Tuesday, November 17, 2015

Pengaruh SIA pada perusahaan





PENGARUH PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI “PERBANKAN DI KOTA BANDA ACEH”













YODHI EKO WIBOWO
39113443















UNIVERSITAS GUNADARMA
2015/2016
PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kehidupan bisnis perbankan semakin nampak adanya suatu persaingan yang sehat, hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan mengingat banyaknya bank-bank yang kurang mampu menjalankan kegiatan operasionalnya sehari-hari sehingga terpaksa dilakukan penyehatan, likuidasi dan sebagainya.
Upaya yang dilakukan oleh sebuah lembaga bank dalam persaingan untuk memikat nasabah antara lain dengan meningkatkan suku bunga tabungan, memberi bonus kepada nasabah dalam jumlah yang besar, menawarkan produk tabungan berhadiah dan lain-lain.

Kemudahan pelayanan tersebut memang cukup berhasil untuk menghimpun dana dari masyarakat, tetapi tidak semua produk hadiah menjadi incaran nasabah. Kemudahan pelayanan lain dengan menggunakan tekhnologi juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk itu bank-bank juga berusaha memberikan kemudahan dan pelayanan yang prima. Sebelumnya pelayanan yang diberikan oleh bank sering terbentur oleh masalah jarak, waktu dan kenyamanan, tetapi, saat ini beberapa bank telah mengantisipasi masalah ini dengan mengembangkan sistem informasinya.
Untuk dapat memenangkan persaingan yang semakin kompetitif tersebut, pimpinan perusahaan harus dapat memberikan informasi yang relevan dan aktual tentang perusahannya. Salah satu informasi tersebut dapat dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi (SIA).

Informasi akuntansi yang dihasilkan oleh suatu sistem terdiri dari informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan disusun terutama untuk menghasilkan informasi bagi pihak luar (ekstem) yaitu dalam bentuk laporan keuangan, sedangkan akuntansi manajemen disusun untuk menghasilkan informasi yang berguna bagi pengambilan keputusan bagi manajemen (intern).

Untuk dapat menghasilkan informasi cepat, akurat dan relevan, maka sistem informasi akuntansi harus dapat diterapkan dalam kegiatan operasi perusahaan. Selain dapat menghasilkan informasi, SIA dapat juga digunakan untuk pengawasan oleh pimpinan perusahaan. Implikasi dari pengawasan tersebut dapat meningkatkan efesiensi di dalam operasi yang pada akhimya akan meningkatkan profitabilitas perusahaan.




PEMBAHASAN

Akuntansi dan Sistem Informasi Akuntansi

Seiring dengan adanya perubahan dan perkembangan yang terjadi pada era sekarang ini yaitu perubahan di dalam hal kebutuhan dan perkembangan dalam dunia usaha dan dalam teknologi informasi, maka ilmu akuntansi juga berkembang mengikuti dan perubahan-perubahan tersebut. Perubahan dan perkembangan akuntansi tergambar di dalam

Accounting Principle Board Statement Nomor 4 yang dikeluarkan oleh American Institute of Certified, yaitu : "Akuntansi adalah suatu aktivitas pemberian jasa. Fungsinya adalah untuk memberikan Informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang keputusan ekonomi, di dalam menentukan pilihan diantara berbagai alternatif tindakan" (Zaki Baridwan, 1992: 1).
Perubahan-perubahan kondisi sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi dan permintaan pemakai, maka akuntansi yang pada awalnya hanya merupakan alat pencatatan harta kekayaan dan kewajiban telah berubah fungsinya menjadi alat pertanggungjawaban dan alat informasi untuk pengambilan keputusan dan kegiatan perencanaan dan pengendalian aktifitas organisasi.

Pada prinsipnya "akuntansi bukan kebenaran yang hakiki bidang akuntansi, karena ilmu akuntansi seperti ilmu sosial lain yang bersifat dinamis, senantiasa berkembang mengikuti perubahan-perubahan nilai yang terjadi di dalam masyarakat yang membutuhkan informasi" (Nafarin M, 1998: 4).

Informasi merupakan hal yang sangat berguna dan berharga yang diperlukan oleh suatu organisasi di dalam mengurangi faktor ketidakpastian atau resiko yang tidak diinginkan. Informasi yang diperlukan organisasi perusahaan yang dikelola melalui suatu kerangka dasar, disebut sistem informasi.

Sistem informasi merupakan suatu sistem, dari tugas, elemen dan sumbersumber yang terkoordinasi yang mengumpulkan, memproses, mengelola, dan mengontrol data agar dapat menyajikan infomasi kepada para pemakai untuk berbagai tujuan.

Akuntansi sangat berkepentingan terhadap sistem informasi di dalam suatu perusahaan, dalam hubungannya yang sangat erat antara akuntansi dengan sistem informasi, maka Committee to Prepare a Statement of Basic Accounting Theory dalam Statement of Basic Accounting theory mengemukakan sebagai berikut : "Pada hakikatnya, akuntansi merupakan sistem informasi. Jelasnya akuntansi merupakan penerapan teori umum informasi terhadap masalah operasi yang ekonomik dan efisien. Akuntansi juga membentuk sebagian besar informasi umum yang dinyatakan secara kuantitatif. Dalam konteks ini, akuntansi menjadi bagian dari sistem informasi umum dari satu kesatuan operasi, sekaligus menjadi bagian dari suatu bidang dasar yang dibatasi oleh konsep informasi. (Wilkinson, 1982: 45)".

Jadi dasarnya akuntansi adalah suatu sistem informasi yang berfungsi sebagai penya mpai informasi ekonomi kepada masyarakat luas melalui proses pengidentifikasian, pengumpulan dan pemerosesan data dengan suatu aplikasi dari teori umum informasi kepada masalah pengefisien operasional ekonomi. Akuntansi menyempurnakan sebagaian besar informasi umum dari kesatuan operasional dan suatu bagian dari daerah (field) yang dibatasi oleh konsep informasi.

Hubungan yang erat antara akuntansi dengan sistern informasi disebut sistem informasi akuntansi. Chusing (Ruchyat 1992: 17) memberikan definisi sistem informasi akuntansi sebagai berikut : "Sistem informasi akuntansi adalah suatu kelompok manusia dan modal dalam suatu organisasi, yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data transaksi. Informasi ini kemudian disediakan untuk pemakai pada seluruh tingkat manajemen untuk perencanaan dan pengendalian aktivitas dalam organisasi”.

Sedangkan Mascove (Zaki Baridwan 1991: 3) menyatakan bahwa : "Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, dan mengkomunikasi informasi finansial dan pengambilan keputusan yang relevan kepada pihak di luar perusahaan (seperti kantor pelayanan pajak, investor, dan kreditur) dan pihak intern (terutama manajemen)".

Dari kedua definisi tersebut dapat disimpulkan -.

-       Sistem informasi akuntansi adalah suatu kumpulan sumber-sumber manusia atau

modal di dalam suatu organisasi, atau merupakan suatu sistem informasi formal.

-       Lebih menitikberatkan pada tanggung jawab sumber daya manusianya yang tergambar pada sumber daya informasi yang dihasilkan.
-       Bertanggung jawab menyiapkan laporan formal yang diperlukan, berupa informasi keuangan dan lainnya yang diperoleh dari pengumpulan, pengklasifikasian dan pengolahan data.
-       Informasi tersebut siap untuk dipakai oleh semua tingkat manajemen dalam pengambilan keputusan, kegiatan perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi.

Menurut Scott (1994: 385) ada 2 katagori sistem informasi akuntansi yaitu sebagai

berikut :

a.      Memberikan laporan kepada kelompok diluar perusahaan, menurut persyaratan pelaporan yang ketat yang ditetapkan oleh pihak-pihak yang berwenang dalam akuntansi dan pemerintah.

b.      Untuk operasi dan penggunaan manajerial, didesain untuk memberikan informasi dalam bentuk apapun yang diperlukan oleh manajer.

Kedua jenis sistem informasi tersebut memproses transaksi akuntansi dan memasukkan informasi untuk mengawasi sumber daya perusahaan untuk mengevaluasi status dan kemajuannya.

Akuntansi memenuhi seluruh kualifikasi dari suatu sistem informasi, dan merupakan salah satu sistem informasi terpenting di dalam perusahaan. Walaupun ruang lingkup perusahaan sistem informasi akuntansi hanya terbatas pada data ekonomi yang bersifat keuangan, namun la melayani semua pemakai intern maupun ekstern suatu perusahaan.

Informasi akuntansi yang dihasilkan sistem informasi akuntansi meliputi :

a.      Informasi akuntansi keuangan, yaitu sistem informasi akuntansi yang berhubungan dengan pembuatan laporan keuangan terutama untuk pemakai ekstern. Laporan keuangan tersebut berupa neraca, laporan laba-rugi, arus kas, laporan perubahan modal dan catatan atas laporan keuangan, yang dibuat berdasarkan prinsip akuntansi yang berterima umum.

b.      Informasi akuntansi manajemen, yaitu cabang sistem informasi akuntansi yang berhubungan dengan informasi intern perusahaan.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Akuntansi

Sejak perkembangan teknologi komputer yang dapat mengolah data dengan cepat dan akurat, maka berkembang pula informasi yang dapat dihasilkan dari akuntansi. Dewasa ini sistem informasi bukan hanya melibatkan aspek keuangan saja tetapi juga aspek manajemen. Dengan demikian informasi intern untuk keperluan perencanaan dan pengendalian oleh manajemen tidak hanya melibatkan sistem akuntansi keuangan tetapi juga sistem akuntansi manajerial. Jadi pada dasarnya sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi yang mangembankan informasi secara luas kepada manajemen (intern) dan kepada publik atau ekstern (Alwan Sri Kustomo, 2000:17).
Sistem informasi akuntansi akan memberikan manfaat bagi para pemakai baik dari dalam maupun dari luar lingkungan perusahaan, apabila memiliki karakteristik tertentu. Menurut Chusing (1992: 329), suatu sistem informasi yang baik memiliki karakteristik sebagai berikut :
1.    Usefulness (kegunaan)

2.    Economic

3.    Reliabilitiy (keandalan)

4.    Customer service (pelayanan konsumen)
5.    Capacity (kapasitas)

6.    Simplicity (sederhana)

7.    Flexibility (fleksibel)

Hal ini sejalan dengan standar akuntansi keuangan (IAI: 1996: 9) yang penjelasannya terdapat pada bagian kerangka dasar penyusunan dan penyajian laporan keuangan sebagai berikut, “Karakteristik kualitatif merupakan ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai, terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu dapat dipahami, relevan, keandalan dan dapat diperbandingkan.”

Akuntansi Perbankan

Bank menurut undang-undang pokok perbankan nomor 10 tahun 1998 mendefinisikan bahwa, “suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang.”

Selanjutnya Ikatan Akuntan Indonesia (1996:31.1) menyebutkan bahwa, “bank merupakan suatu lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (difisit unit), serta sebagai lembaga yang berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran”.

Kedua penjelasan tersebut menjelaskan bahwa pokok-pokok usaha dari suatu lembaga keuangan sangat berperan bagi perekonomian masyarakat pada umumnya di mana lalulintas peredaran uang dapat terlaksana dengan baik berkat adanya sarana tersebut.

Oleh karena itu, kegiatan usaha pokok lembaga keuangan menurut samsir Rambe (1995: 91) dapat dibagi menjadi dua yaitu: (1) memberikan atau menerima kredit, (2) memberikan jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang, antara lain transfer, inkaso dan payment point.

Sementara Lapoliwa (1992: 63) menyebutkan bahwa dilihat dari sumbernya, dana bank dapat dikelompokkan menjadi dua katagori yaitu:
1.    Dana dari masyarakat, yang terdiri dari:
-       Giro

-       Tabungan

-       Deposito
2.    Dana dari bank lain, yang terdiri dari:

-       Pinjaman antar bank

-       Cal money
-       Deposito berjangka.

Penerapan Sistem Informasi Akuntansi pada Perusahaan Jasa Perbankan

Secara umum komputer merupakan suatu sistem, karena komputer terdiri dari satu atau lebih alat masukan, CPU, alat penyimpanan dan satu atau lebih alat keluaran. Menurut Jogiyanto (1989: 4) Komponen-komponen dasar yang melekat pada sistem komputer sehingga sistem komputer dapat berjalan dengan baik meliputi:

1.      Hardware (perangkat keras) adalah peralatan pada sistem komputer yang secara phisik terlihat dan dapat dijamah.
2.      Software (perangkat lunak) adalah program yang berisi perintah untuk melakukan pengolahan data.
3.      Brainware adalah manusia yang terlibat didalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.

Perangkat Keras (Hardwer)

Menurut Jogiyanto (1989: 111-188), secara garis besar perangkat keras komputer dikelompokkan ke dalam empat kelompok yaitu : "Alat masukan (input device), alat pemrosesan (processing device), alat keluaran (output device) dan simpanan luar".

Untuk memasukkan data diperlukan perangkat masukan (input unit), untuk memproses masukan data diperlukan prosesor (processing unit) dan untuk menghasilkan keluaran diperlukan perangkat keluaran (output unit). Hal ini berlaku untuk berbagai jenis komputer.

Selain untuk memproses data, komputer juga dapat menyimpan hasil olahannya. Untuk menyimpan data dan hasil olahannya komputer memerlukan perangkat penyimpanan (storage unit). Karena karakteristiknya yang sangat luas komputer juga dapat ditambahkan dengan peralatan lain yang gunanya untuk meningkatkan kemampuan komputer. Perangkat ini disebut dengan perangkat tambahan atau perangkat pheripheral.


Perangkat Lunak (Software)

Perangkat lunak meliputi semua elemen berupa sistem operasi, alat bantu, bahasa program, program paket dan program aplikasi. Elemen-elemen tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Jogiyanto (1989: 420) bahwa perangkat lunak komputer dapat dikatagorikan kedalam 3 bagjan yaitu :

1.      Perangkat lunak sistem operasi (operating system) yaitu program yang ditulis untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan dari sistem komputer.

2.      Perangkat lunak bahasa (language software) yaitu program yang digunakan untuk menterjemahkan intruksi-intruksi yang ditulis dalam bahasa pemprograman kedalam bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer.

3.      Perangkat lunak aplikasi (aplication software) yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu.

Unsur Manusia (Brainware)

Brainware menyangkut dengan unsur manusia sebagai unsur yang merancang, menjalankan dan mengawasi pengoperasian berbagai perangkat lunak sistem komputer. Tanggung jawab pengolahan data sistem komputer adalah sebagai berikut :

1.    Analisis sistem (system analist). Analis sistern bertanggung jawab atas desain umum dari sistem yang bersangkutan. Para analis menetapkan tujuan dari keseluruhan sistem dan rancangan atau desain khusus dari aplikasi tertentu.

2.    Programer. Berdasarkan atas masing-masing tujuan yang ditentukan oleh analis sistem, programer mengembangkan bagan arus khusus untuk aplikasi, menyiapkan intruksi-intruksi komputer, menguji program tersebut, dan mendokumentasikan hash-haslinya. Adalah penting bahwa programer tidak memiliki akses pada data masukan atau operasi komputer, karena pengetahuan akan program bersangkutan akan dapat dengan mudah disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.

3.    Operator Komputer (Operator Computer). Operator komputer bertanggungjawab untuk mengerjakan data melalui sistem tersebut dalam hubungan dengan program komputer. Operator rnematuhi intruksi-intruksi yang disusun dalam buku pengerjaan program yang telah dikembangkan oleh programer.
4.    Pustakawan (librarian). Pustakawan bertanggung jawab atas pemeliharaan program komputer, file transaksi dan catatan komputer penting lainnya. Pustakawan menyediakan wahana untuk pengendalian phisik yang penting alas catatan-catatan ini dan hanya melepaskan kepada orang yang memiliki wewenang.

Pengukuran Keberhasilan Perbankan

Salah satu alat ukur keberhasilan perusahaan yang paling banyak digunakan adalah dengan Return On Asset (ROA). Hal ini terbukti penelitian yang dilakukan oleh Reece dan Cool, bahwa dari 620 sebagai respondennya, sebanyak 65% dari pusat investasi menggunakan ROA, sebanyak 28% menggunakan ROA bersama-sama dengan Risidual Income (RI) dan sisanya 2% yang menggunakan RI. ROA adalah salah satu alai pengukur keberhasilan perusahaan dengan cara menentukan besarnya rasio laba dengan investasinya.

Return On Asset mempunyai beberapa keunggulan dalam mengukur keberhasilan perusahaan yaitu :

a.    Merupakan alat pengukur keberhasilan perusahaan yang objektif karena ROA didasarkan pada data akuntansi.

b.    Analisa ROA menggunakan rasio, yaitu rasio laba dan perputaran investasi, sehingga alai ini merupakan pengukuran keberhasilan yang komprehensif dan sensitive yang memungkinkan manajemen tidak hanya memperhatikan pada laba yang diperolehnya tetapi juga pada investasi yang digunakan.
c.    Pengukuran prestasi dengan menggunakan alat ukur ini mendorong terciptanya keselarasan tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan devisinya.

d.    Sebagai alai untuk mendeteksi kemungkinan aktiva yang telalu besar.

Hartarto (1991: 60) mengemukakan bahwa mformasi akuntansi berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan karena dapat membantu manajemen dalam mengawasi masalah keuangan yaitu :

a.      Menghitung laba yang dicapainya, dan selanjutnya menilai sukses tidaknya perusahaan. Laporan rugi-laba diperlukan agar supaya investasi didorong pada sektor-sektor yang menguntungkan.

b.      Membantu mengamankan dan mengawasi aktiva yang dimiliki dengan menciptakan sistem dan prosedur yang dapat mencegah penyelewengan dan pemborosan.
c.       Membantu menetapkan hak masing-masing pihak yang berkepentingan dalam perusahaan, termasuk hak para pemilik/ pemegang saham, karyawan, jawatan pajak dan lain-lain.
PENUTUP

Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahasan dan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1.    Hasil analisis data penelitian ini berhasil mendukung hipotesis alternatif yang disusun, yang menunjukkan ada pengaruh secara signifikan antara penerapan sistem informasi akuntansi terhadap keberhasilan perusahaan jasa perbankan.
2.    Dalam penerapan sistem informasi akuntansi mempunyai pengaruh yang positif terhadap keberhasilan perusahaan jasa perbankan yang ditunjukkan oleh signifikansi 0,000 dengan probabilitas jauh di bawah 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa semakin baik penerapan sistem informasi akuntansi maka tingkat keberhasilan perusahaan jasa perbankan di kota Banda Aceh semakin tinggi.
3.    Keberhasilan perusahaan jasa perbankan sangat erat hubungannya dengan penerapan sistem informasi akuntansi yang ditunjukkan oleh nilai R = 0,899 yang berarti 89,9% derajat hubungan variabel bebas dengan variabel terikat. Sementara R2 sebesar 0,778 menunjukkan adanya perubahan dalam keberhasilan perusahaan jasa perbankan yang dapat dijelaskan oleh variabel penerapan sistem informasi akuntansi sebesar 77,8% sedangkan selebihnya 22,2% dijelaskan oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini.




































DAFTAR PUSTAKA

Baridwan Zaki, 1992, Intermediate Accounting, Edisi ke-5, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Baridwan Zaki, 1993, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi-2, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Cushing, Berrry E, 1992. Sistem Informasi Akuntansi dan Organisasi Perusahaan, Edisi ke-3, Terjemahan Ruchyat Kokasih, Penerbit Erlangga, Jakarta.
Gujarati, Damodar, 1998, Ekonomitrika Dasar, Alih Bahasa Zaln, Sumamo, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
Hartarto, 1991. Akuntansi Untuk Usahawan, Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Ul. Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia, 1996, Standar Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat,
Jakarta.

Jogiyanto, 1997, Sistem Informasi Berbasis Komputer, Edisi ke-2 Buku Satu, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Jogiyanto, 1989, Pengenalan Komputer: Dasar 11mu Komputer, Pemerograman, Sistem Informasi dan Integensi Buatan, Edisi ke-1, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Kustomo, A.S, Suatu Konsep Sistem Informasi Akuntansi, Artikel Media Akuntansi, No. 5/ Th. I/ Des 1999-Jan 2000.

Lapoliwa, N dan Daniel S Kuswadi, 1992, Akuntansi Perbankan, Penerbit Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Jakarta.
Navarin, M, Suatu Sistem Akuntansi Perbangkan, Artikel Media Akuntansi, No. 27/ Th. V/ Juni 1998.
Rambe, Samsir Yusdi D dan Waryaningsih, 1995. Dasar-dasar Perbankan, Edisi Revisi, Penerbit Angkasa Pura, Bandung.

Scott, M. George. 1994, Prinsip-prinsip Sistem Informasi Akuntansi, Terjernahan A. Nasir Budiman, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Supranto, Johannes (1994), Statistik Teori dan Aplikasi, Jilid 2, Edisi. Kelima. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Wilkinson, JW, 1992, Sistem Informasi Akuntansi, Edisi ke-3, Alih Bahasa Agus Maulana, Penerbit Bina Pura, Jakarta.

No comments:

Post a Comment