PENGARUH
PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI “PERBANKAN DI KOTA BANDA ACEH”
YODHI
EKO WIBOWO
39113443
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2015/2016
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kehidupan bisnis perbankan semakin nampak adanya suatu
persaingan yang sehat, hal ini disebabkan oleh adanya kebijakan-kebijakan yang
dikeluarkan mengingat banyaknya bank-bank yang kurang mampu menjalankan
kegiatan operasionalnya sehari-hari sehingga terpaksa dilakukan penyehatan,
likuidasi dan sebagainya.
Upaya yang dilakukan oleh
sebuah lembaga bank dalam persaingan untuk memikat nasabah antara lain dengan
meningkatkan suku bunga tabungan, memberi bonus kepada nasabah dalam jumlah
yang besar, menawarkan produk tabungan berhadiah dan lain-lain.
Kemudahan
pelayanan tersebut memang cukup berhasil untuk menghimpun dana dari masyarakat,
tetapi tidak semua produk hadiah menjadi incaran nasabah. Kemudahan pelayanan
lain dengan menggunakan tekhnologi juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk
itu bank-bank juga berusaha memberikan kemudahan dan pelayanan yang prima.
Sebelumnya pelayanan yang diberikan oleh bank sering terbentur oleh masalah
jarak, waktu dan kenyamanan, tetapi, saat ini beberapa bank telah
mengantisipasi masalah ini dengan mengembangkan sistem informasinya.
Untuk dapat
memenangkan persaingan yang semakin kompetitif tersebut, pimpinan perusahaan
harus dapat memberikan informasi yang relevan dan aktual tentang perusahannya.
Salah satu informasi tersebut dapat dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi
(SIA).
Informasi
akuntansi yang dihasilkan oleh suatu sistem terdiri dari informasi akuntansi
keuangan dan informasi akuntansi manajemen. Akuntansi keuangan disusun terutama
untuk menghasilkan informasi bagi pihak luar (ekstem) yaitu dalam bentuk laporan
keuangan, sedangkan akuntansi manajemen disusun untuk menghasilkan informasi
yang berguna bagi pengambilan keputusan bagi manajemen (intern).
Untuk dapat menghasilkan informasi cepat, akurat dan
relevan, maka sistem informasi akuntansi harus dapat diterapkan dalam kegiatan
operasi perusahaan. Selain dapat menghasilkan informasi, SIA dapat juga
digunakan untuk pengawasan oleh pimpinan perusahaan. Implikasi dari pengawasan
tersebut dapat meningkatkan efesiensi di dalam operasi yang pada akhimya akan
meningkatkan profitabilitas perusahaan.
PEMBAHASAN
Akuntansi dan Sistem Informasi
Akuntansi
Seiring dengan adanya perubahan dan perkembangan yang
terjadi pada era sekarang ini yaitu perubahan di dalam hal kebutuhan dan
perkembangan dalam dunia usaha dan dalam teknologi informasi, maka ilmu
akuntansi juga berkembang mengikuti dan perubahan-perubahan tersebut. Perubahan
dan perkembangan akuntansi tergambar di dalam
Accounting Principle Board Statement Nomor 4 yang dikeluarkan oleh
American Institute of Certified, yaitu : "Akuntansi adalah suatu
aktivitas pemberian jasa. Fungsinya adalah untuk memberikan Informasi
kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang keputusan ekonomi, di
dalam menentukan pilihan diantara berbagai alternatif tindakan" (Zaki Baridwan,
1992: 1).
Perubahan-perubahan
kondisi sosial, ekonomi, ilmu pengetahuan dan teknologi dan permintaan pemakai,
maka akuntansi yang pada awalnya hanya merupakan alat pencatatan harta kekayaan
dan kewajiban telah berubah fungsinya menjadi alat pertanggungjawaban dan alat
informasi untuk pengambilan keputusan dan kegiatan perencanaan dan pengendalian
aktifitas organisasi.
Pada
prinsipnya "akuntansi bukan kebenaran yang hakiki bidang akuntansi, karena
ilmu akuntansi seperti ilmu sosial lain yang bersifat dinamis, senantiasa
berkembang mengikuti perubahan-perubahan nilai yang terjadi di dalam masyarakat
yang membutuhkan informasi" (Nafarin M, 1998: 4).
Informasi
merupakan hal yang sangat berguna dan berharga yang diperlukan oleh suatu
organisasi di dalam mengurangi faktor ketidakpastian atau resiko yang tidak diinginkan.
Informasi yang diperlukan organisasi perusahaan yang dikelola melalui suatu
kerangka dasar, disebut sistem informasi.
Sistem informasi merupakan
suatu sistem, dari tugas, elemen dan sumbersumber yang terkoordinasi yang
mengumpulkan, memproses, mengelola, dan mengontrol data agar dapat menyajikan
infomasi kepada para pemakai untuk berbagai tujuan.
Akuntansi
sangat berkepentingan terhadap sistem informasi di dalam suatu perusahaan,
dalam hubungannya yang sangat erat antara akuntansi dengan sistem informasi,
maka Committee to Prepare a Statement of Basic Accounting Theory dalam
Statement of Basic Accounting theory mengemukakan sebagai berikut : "Pada
hakikatnya, akuntansi merupakan sistem informasi. Jelasnya akuntansi merupakan
penerapan teori umum informasi terhadap masalah operasi yang ekonomik dan
efisien. Akuntansi juga membentuk sebagian besar informasi umum yang dinyatakan
secara kuantitatif. Dalam konteks ini, akuntansi menjadi bagian dari sistem
informasi umum dari satu kesatuan operasi, sekaligus menjadi bagian dari suatu
bidang dasar yang dibatasi oleh konsep informasi. (Wilkinson, 1982: 45)".
Jadi
dasarnya akuntansi adalah suatu sistem informasi yang berfungsi sebagai penya
mpai informasi ekonomi kepada masyarakat luas melalui proses pengidentifikasian,
pengumpulan dan pemerosesan data dengan suatu aplikasi dari teori umum
informasi kepada masalah pengefisien operasional ekonomi. Akuntansi
menyempurnakan sebagaian besar informasi umum dari kesatuan operasional dan
suatu bagian dari daerah (field) yang dibatasi oleh konsep informasi.
Hubungan yang erat antara
akuntansi dengan sistern informasi disebut sistem informasi akuntansi. Chusing
(Ruchyat 1992: 17) memberikan definisi sistem informasi akuntansi sebagai
berikut : "Sistem informasi akuntansi adalah suatu kelompok manusia dan
modal dalam suatu organisasi, yang bertugas untuk menyiapkan informasi keuangan
dan juga informasi yang diperoleh dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan data
transaksi. Informasi ini kemudian disediakan untuk pemakai pada seluruh tingkat
manajemen untuk perencanaan dan pengendalian aktivitas dalam organisasi”.
Sedangkan
Mascove (Zaki Baridwan 1991: 3) menyatakan bahwa : "Sistem informasi
akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan,
mengolah, dan mengkomunikasi informasi finansial dan pengambilan keputusan yang
relevan kepada pihak di luar perusahaan (seperti kantor pelayanan pajak,
investor, dan kreditur) dan pihak intern (terutama manajemen)".
Dari kedua definisi tersebut dapat
disimpulkan -.
- Sistem informasi akuntansi adalah
suatu kumpulan sumber-sumber manusia atau
modal di dalam suatu organisasi, atau merupakan suatu
sistem informasi formal.
- Lebih menitikberatkan pada tanggung
jawab sumber daya manusianya yang tergambar pada sumber daya informasi yang
dihasilkan.
- Bertanggung jawab menyiapkan laporan
formal yang diperlukan, berupa informasi keuangan dan lainnya yang diperoleh
dari pengumpulan, pengklasifikasian dan pengolahan data.
- Informasi
tersebut siap untuk dipakai oleh semua tingkat manajemen dalam pengambilan
keputusan, kegiatan perencanaan dan pengendalian aktivitas organisasi.
Menurut
Scott (1994: 385) ada 2 katagori sistem informasi akuntansi yaitu sebagai
berikut :
a.
Memberikan
laporan kepada kelompok diluar perusahaan, menurut persyaratan pelaporan yang
ketat yang ditetapkan oleh pihak-pihak yang berwenang dalam akuntansi dan
pemerintah.
b.
Untuk
operasi dan penggunaan manajerial, didesain untuk memberikan informasi dalam
bentuk apapun yang diperlukan oleh manajer.
Kedua jenis
sistem informasi tersebut memproses transaksi akuntansi dan memasukkan
informasi untuk mengawasi sumber daya perusahaan untuk mengevaluasi status dan
kemajuannya.
Akuntansi memenuhi seluruh kualifikasi dari suatu sistem
informasi, dan merupakan salah satu sistem informasi terpenting di dalam
perusahaan. Walaupun ruang lingkup perusahaan sistem informasi akuntansi hanya
terbatas pada data ekonomi yang bersifat keuangan, namun la melayani semua pemakai
intern maupun ekstern suatu perusahaan.
Informasi akuntansi yang dihasilkan sistem informasi
akuntansi meliputi :
a. Informasi
akuntansi keuangan, yaitu sistem informasi akuntansi yang berhubungan dengan
pembuatan laporan keuangan terutama untuk pemakai ekstern. Laporan keuangan
tersebut berupa neraca, laporan laba-rugi, arus kas, laporan perubahan modal
dan catatan atas laporan keuangan, yang dibuat berdasarkan prinsip akuntansi
yang berterima umum.
b.
Informasi
akuntansi manajemen, yaitu cabang sistem informasi akuntansi yang berhubungan
dengan informasi intern perusahaan.
Ruang Lingkup Sistem Informasi
Akuntansi
Sejak perkembangan teknologi komputer yang dapat mengolah
data dengan cepat dan akurat, maka berkembang pula informasi yang dapat dihasilkan
dari akuntansi. Dewasa ini sistem informasi bukan hanya melibatkan aspek
keuangan saja tetapi juga aspek manajemen. Dengan demikian informasi intern
untuk keperluan perencanaan dan pengendalian oleh manajemen tidak hanya
melibatkan sistem akuntansi keuangan tetapi juga sistem akuntansi manajerial.
Jadi pada dasarnya sistem informasi akuntansi adalah sistem informasi yang
mangembankan informasi secara luas kepada manajemen (intern) dan kepada publik
atau ekstern (Alwan Sri Kustomo, 2000:17).
Sistem informasi akuntansi akan memberikan manfaat bagi
para pemakai baik dari dalam maupun dari luar lingkungan perusahaan, apabila
memiliki karakteristik tertentu. Menurut Chusing (1992: 329), suatu sistem
informasi yang baik memiliki karakteristik sebagai berikut :
1. Usefulness (kegunaan)
2. Economic
3. Reliabilitiy (keandalan)
4. Customer service (pelayanan konsumen)
5. Capacity (kapasitas)
6. Simplicity (sederhana)
7. Flexibility (fleksibel)
Hal ini sejalan dengan standar akuntansi keuangan (IAI:
1996: 9) yang penjelasannya terdapat pada bagian kerangka dasar penyusunan dan
penyajian laporan keuangan sebagai berikut, “Karakteristik kualitatif merupakan
ciri khas yang membuat informasi dalam laporan keuangan berguna bagi pemakai,
terdapat empat karakteristik kualitatif pokok yaitu dapat dipahami, relevan,
keandalan dan dapat diperbandingkan.”
Akuntansi Perbankan
Bank
menurut undang-undang pokok perbankan nomor 10 tahun 1998 mendefinisikan bahwa,
“suatu lembaga keuangan yang usaha pokoknya memberikan kredit dan jasa-jasa
dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang.”
Selanjutnya
Ikatan Akuntan Indonesia (1996:31.1) menyebutkan bahwa, “bank merupakan suatu
lembaga yang berperan sebagai perantara keuangan (financial intermediary)
antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana (surplus unit) dengan
pihak-pihak yang memerlukan dana (difisit unit), serta sebagai lembaga yang
berfungsi memperlancar lalulintas pembayaran”.
Kedua penjelasan tersebut
menjelaskan bahwa pokok-pokok usaha dari suatu lembaga keuangan sangat berperan
bagi perekonomian masyarakat pada umumnya di mana lalulintas peredaran uang
dapat terlaksana dengan baik berkat adanya sarana tersebut.
Oleh karena
itu, kegiatan usaha pokok lembaga keuangan menurut samsir Rambe (1995: 91)
dapat dibagi menjadi dua yaitu: (1) memberikan atau menerima kredit, (2)
memberikan jasa-jasa dalam lalulintas pembayaran dan peredaran uang, antara
lain transfer, inkaso dan payment point.
Sementara Lapoliwa (1992: 63) menyebutkan bahwa dilihat
dari sumbernya, dana bank dapat dikelompokkan menjadi dua katagori yaitu:
1. Dana dari masyarakat, yang terdiri
dari:
- Giro
- Tabungan
- Deposito
2. Dana dari bank lain, yang terdiri
dari:
- Pinjaman antar bank
- Cal money
- Deposito berjangka.
Penerapan Sistem Informasi Akuntansi
pada Perusahaan Jasa Perbankan
Secara umum komputer merupakan suatu sistem, karena
komputer terdiri dari satu atau lebih alat masukan, CPU, alat penyimpanan dan
satu atau lebih alat keluaran. Menurut Jogiyanto (1989: 4) Komponen-komponen
dasar yang melekat pada sistem komputer sehingga sistem komputer dapat berjalan
dengan baik meliputi:
1. Hardware (perangkat keras) adalah peralatan
pada sistem komputer yang secara phisik terlihat dan dapat dijamah.
2. Software (perangkat lunak) adalah program yang
berisi perintah untuk melakukan pengolahan data.
3. Brainware adalah manusia yang terlibat didalam
mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
Perangkat Keras (Hardwer)
Menurut Jogiyanto (1989:
111-188), secara garis besar perangkat keras komputer dikelompokkan ke
dalam empat kelompok yaitu : "Alat masukan (input device), alat
pemrosesan (processing device), alat keluaran (output device) dan
simpanan luar".
Untuk memasukkan data diperlukan perangkat masukan (input
unit), untuk memproses masukan data diperlukan prosesor (processing
unit) dan untuk menghasilkan keluaran diperlukan perangkat keluaran (output
unit). Hal ini berlaku untuk berbagai jenis komputer.
Selain
untuk memproses data, komputer juga dapat menyimpan hasil olahannya. Untuk
menyimpan data dan hasil olahannya komputer memerlukan perangkat penyimpanan (storage
unit). Karena karakteristiknya yang sangat luas komputer juga dapat
ditambahkan dengan peralatan lain yang gunanya untuk meningkatkan kemampuan
komputer. Perangkat ini disebut dengan perangkat tambahan atau perangkat pheripheral.
Perangkat Lunak (Software)
Perangkat
lunak meliputi semua elemen berupa sistem operasi, alat bantu, bahasa program,
program paket dan program aplikasi. Elemen-elemen tersebut sesuai dengan yang
dikemukakan oleh Jogiyanto (1989: 420) bahwa perangkat lunak komputer dapat
dikatagorikan kedalam 3 bagjan yaitu :
1.
Perangkat
lunak sistem operasi (operating system) yaitu program yang ditulis untuk
mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan dari sistem komputer.
2.
Perangkat
lunak bahasa (language software) yaitu program yang digunakan untuk
menterjemahkan intruksi-intruksi yang ditulis dalam bahasa pemprograman kedalam
bahasa mesin supaya dapat dimengerti oleh komputer.
3.
Perangkat lunak aplikasi (aplication
software) yaitu program yang ditulis dan diterjemahkan oleh language
software untuk menyelesaikan suatu aplikasi tertentu.
Unsur Manusia (Brainware)
Brainware menyangkut dengan unsur manusia sebagai unsur
yang merancang, menjalankan dan mengawasi pengoperasian berbagai perangkat
lunak sistem komputer. Tanggung jawab pengolahan data sistem komputer adalah
sebagai berikut :
1.
Analisis
sistem (system analist). Analis sistern bertanggung jawab atas desain umum dari
sistem yang bersangkutan. Para analis menetapkan tujuan dari keseluruhan sistem
dan rancangan atau desain khusus dari aplikasi tertentu.
2.
Programer.
Berdasarkan atas
masing-masing tujuan yang ditentukan oleh analis sistem, programer
mengembangkan bagan arus khusus untuk aplikasi, menyiapkan intruksi-intruksi
komputer, menguji program tersebut, dan mendokumentasikan hash-haslinya. Adalah
penting bahwa programer tidak memiliki akses pada data masukan atau operasi
komputer, karena pengetahuan akan program bersangkutan akan dapat dengan mudah
disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
3.
Operator
Komputer (Operator Computer). Operator komputer bertanggungjawab untuk
mengerjakan data melalui sistem tersebut dalam hubungan dengan program
komputer. Operator rnematuhi intruksi-intruksi yang disusun dalam buku
pengerjaan program yang telah dikembangkan oleh programer.
4.
Pustakawan
(librarian). Pustakawan bertanggung jawab atas pemeliharaan program
komputer, file transaksi dan catatan komputer penting lainnya. Pustakawan
menyediakan wahana untuk pengendalian phisik yang penting alas catatan-catatan
ini dan hanya melepaskan kepada orang yang memiliki wewenang.
Pengukuran Keberhasilan Perbankan
Salah satu
alat ukur keberhasilan perusahaan yang paling banyak digunakan adalah dengan Return
On Asset (ROA). Hal ini terbukti penelitian yang dilakukan oleh Reece dan
Cool, bahwa dari 620 sebagai respondennya, sebanyak 65% dari pusat investasi
menggunakan ROA, sebanyak 28% menggunakan ROA bersama-sama dengan Risidual
Income (RI) dan sisanya 2% yang menggunakan RI. ROA adalah salah satu alai
pengukur keberhasilan perusahaan dengan cara menentukan besarnya rasio laba
dengan investasinya.


Return On
Asset mempunyai beberapa keunggulan dalam mengukur keberhasilan perusahaan
yaitu :
a.
Merupakan
alat pengukur keberhasilan perusahaan yang objektif karena ROA didasarkan pada
data akuntansi.
b.
Analisa
ROA menggunakan rasio, yaitu rasio laba dan perputaran investasi, sehingga alai
ini merupakan pengukuran keberhasilan yang komprehensif dan sensitive yang
memungkinkan manajemen tidak hanya memperhatikan pada laba yang diperolehnya
tetapi juga pada investasi yang digunakan.
c.
Pengukuran
prestasi dengan menggunakan alat ukur ini mendorong terciptanya keselarasan
tujuan perusahaan secara keseluruhan dengan devisinya.
d.
Sebagai
alai untuk mendeteksi kemungkinan aktiva yang telalu besar.
Hartarto
(1991: 60) mengemukakan bahwa mformasi akuntansi berpengaruh terhadap
keberhasilan perusahaan karena dapat membantu manajemen dalam mengawasi masalah
keuangan yaitu :
a.
Menghitung
laba yang dicapainya, dan selanjutnya menilai sukses tidaknya perusahaan.
Laporan rugi-laba diperlukan agar supaya investasi didorong pada sektor-sektor
yang menguntungkan.
b.
Membantu mengamankan dan mengawasi aktiva
yang dimiliki dengan menciptakan sistem dan prosedur yang dapat mencegah
penyelewengan dan pemborosan.
c.
Membantu
menetapkan hak masing-masing pihak yang berkepentingan dalam perusahaan,
termasuk hak para pemilik/ pemegang saham, karyawan, jawatan pajak dan
lain-lain.
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dan uraian yang telah
dijelaskan sebelumnya, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :
1. Hasil analisis data penelitian ini
berhasil mendukung hipotesis alternatif yang disusun, yang menunjukkan ada
pengaruh secara signifikan antara penerapan sistem informasi akuntansi terhadap
keberhasilan perusahaan jasa perbankan.
2. Dalam penerapan sistem informasi
akuntansi mempunyai pengaruh yang positif terhadap keberhasilan perusahaan jasa
perbankan yang ditunjukkan oleh signifikansi 0,000 dengan probabilitas jauh di
bawah 0,05. Hasil ini membuktikan bahwa semakin baik penerapan sistem informasi
akuntansi maka tingkat keberhasilan perusahaan jasa perbankan di kota Banda
Aceh semakin tinggi.
3.
Keberhasilan perusahaan jasa perbankan sangat
erat hubungannya dengan penerapan sistem informasi akuntansi yang ditunjukkan
oleh nilai R = 0,899 yang berarti 89,9% derajat hubungan variabel bebas dengan
variabel terikat. Sementara R2
sebesar 0,778 menunjukkan adanya perubahan dalam keberhasilan perusahaan jasa
perbankan yang dapat dijelaskan oleh variabel penerapan sistem informasi
akuntansi sebesar 77,8% sedangkan selebihnya 22,2% dijelaskan oleh
faktor-faktor lain di luar penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Baridwan Zaki, 1992, Intermediate Accounting,
Edisi ke-5, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Baridwan Zaki, 1993, Sistem Informasi Akuntansi,
Edisi-2, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Cushing, Berrry E, 1992. Sistem Informasi Akuntansi
dan Organisasi Perusahaan, Edisi ke-3, Terjemahan Ruchyat Kokasih, Penerbit
Erlangga, Jakarta.
Gujarati, Damodar, 1998, Ekonomitrika Dasar, Alih
Bahasa Zaln, Sumamo, Penerbit, Erlangga, Jakarta.
Hartarto, 1991. Akuntansi Untuk Usahawan,
Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Ul. Jakarta. Ikatan Akuntan Indonesia, 1996, Standar
Akuntansi Keuangan, Penerbit Salemba Empat,
Jakarta.
Jogiyanto, 1997, Sistem Informasi Berbasis Komputer,
Edisi ke-2 Buku Satu, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Jogiyanto, 1989, Pengenalan
Komputer: Dasar 11mu Komputer, Pemerograman, Sistem Informasi dan
Integensi Buatan, Edisi ke-1, Penerbit BPFE, Yogyakarta.
Kustomo, A.S, Suatu Konsep Sistem Informasi Akuntansi,
Artikel Media Akuntansi, No. 5/ Th. I/ Des 1999-Jan 2000.
Lapoliwa, N dan Daniel S Kuswadi, 1992, Akuntansi
Perbankan, Penerbit Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia, Jakarta.
Navarin, M, Suatu Sistem Akuntansi Perbangkan,
Artikel Media Akuntansi, No. 27/ Th. V/ Juni 1998.
Rambe, Samsir Yusdi D dan Waryaningsih, 1995. Dasar-dasar
Perbankan, Edisi Revisi, Penerbit Angkasa Pura, Bandung.
Scott, M. George. 1994, Prinsip-prinsip Sistem
Informasi Akuntansi, Terjernahan A. Nasir Budiman, Penerbit PT. Raja
Grafindo Persada, Jakarta.
Supranto, Johannes (1994), Statistik Teori dan
Aplikasi, Jilid 2, Edisi. Kelima. Penerbit Erlangga, Jakarta.
Wilkinson, JW, 1992, Sistem Informasi Akuntansi,
Edisi ke-3, Alih Bahasa Agus Maulana, Penerbit Bina Pura, Jakarta.

No comments:
Post a Comment